News

5 Alasan Utama Kenapa Beralih ke 3D CAD

Wed, 2017-08-02 12:21

    Persaingan bisnis yang ketat saat ini, konsumen tentu menuntut produk yang berkualitas tinggi, memiliki nilai estetika yang otentik, dapat dipersonalisasi dan ditawarkan dengan harga kompetitif. Persaingan bisnis menjadi katakunci. Semua ini berunjung pada pengembangan produk yang dituntut mampu memberi solusi lebih kompleks dari sebelumnya.

  Jadi bagaimana produsen tetap bertahan? Pertanyaan ini dirasa rumit dijawab jika produsen belum mempertimbangkan peralihan teknologi tepat guna. Nah, para pemimpin industri merekrut engeneer dan perancang terbaik,  menggunakan tools terbaik yang ada di pasaran. Di industri pengembangan produk, konstruksi, manufaktur dan rekayasa teknik  tidak jarang dituntut  menggunakan 3D CAD. Masa depan desain saat ini ada ditangan 3D. Anda banyangkan, kedepanya sebagian besar pekerjaan akan memerlukan kompetensi dalam  3D CAD. Dalam hal ini, yang mesti dipahami adalah bagaimana peralihan dari 2D CAD ke 3D, dinilai bisa menguntungkan proses perancangan produk. Berikut ini 5 (lima)  alasan mengapa para engeneer memilih beralih ke  3D CAD.

1.          Menggunakan 3D CAD memungkinkan para engener dan desainer mampu mendeteksi masalah dengan rancangan mereka lebih awal,  karena Anda dapat dengan jelas melihat hambatan antara berbagai komponen, sesuatu yang tidak Anda disadari jika desain Anda diciptakan melalui gambar 2D.

2.       Identifikasi kualifikasi masalah lebih cepat. Dengan menciptakan produk pada model 3D terlebih dahulu, perancang dapat melakukan tes virtual menggunakan software Simulation untuk menentukan  awal proses perancangan-jauh sebelum model fisik ada

3.       Selain menguji kekuatan, user juga dapat menguji karakteristik termal, getaran, frekuensi, kinematika, simulasi aliran, dan lain-lain. Dengan menunjukkan masalah pada awal siklus desain, para insinyur dapat kembali  menguji ulang untuk mendapatkan kepastian. Bahwa produk akhir mereka akan tampil seperti yang dirancang.

4.           Jika Anda mengandalkan 2D CAD, jumlah iterasi (iteration) sangat terbatas, karena tingginya biaya prototype fisik dan  ketersediaan waktu yang lebih pendek ke menjangkau market. 

5.          Jika Anda masih menggunakan 2D CAD, bagaimanapun, mengkomunikasikan maksud dan tujuan desain memerlukan tingkat kesulitan yang baru. Menafsirkan gambar 2D membutuhkan keterampilan khusus. Berbagi model produk dalam 3D sangat meningkatkan kolaborasi desain dan mengurangi jumlah kesalahan .

 Perubahan industri  desain dirasa sangat cepat. Jika ada perubahan pada model 3D CAD, apa pun yang referensi itu (termasuk gambar, majelis, program NC, dll) secara otomatis diperbarui untuk mencerminkan perubahan itu. Jadi, perubahan desain tahap akhir pun bisa dilakukan tanpa perlu menggambar ulang atau menciptakan kembali kiriman hilir. Hal ini menyebabkan siklus desain yang jauh lebih pendek, mempercepat waktu ke pasar, dan meningkatkan produktivitas.

Oleh: Barbara Schmitz Senior Brand Introduction Manager at SolidWorks

      Diedit seperluhnya oleh : AppliCAD Indonesia

 

 

Comments